25 September 2020

berita-update.com

Berita Terkini

Midi Iswanto (ISTIMEWA)

Midi Iswanto: Darurat Covid-19, Gubernur Harus Ambil Langkah Cepat dan ‘Lockdown’ Lampung

BERITA-UPDATE.COM – Penyebaran Virus Corona (Covid-19) di Provinsi Lampung kian mengkhawatirkan. Data per Sabtu 28 Maret 2020 pukul 10.00 WIB, Dinas Kesehatan Provinsi Lampung mengumumkan jumlah Orang Dalam Pengawasan (ODP) mencapai 650 orang; Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 11 orang, Negatif 8 orang; positif 4 orang dan meninggal 0 dan sembuh 0.

Anggota DPRD Provinsi Lampung dari Partai Demokrat Ir. Midi Iswanto, MH, menegaskan pemprov Lampung harus segera mengambil langkah nyata dan lebih cepat lagi bergerak serta strategis dan terukur.

“Sampai sekarang saya dapat laporan arus pergerakan orang dari daerah zona merah Covid-19 seperti Jakarta, Bogor itu masih banyak loh. Sejauh ini masih terus mengalir ke Lampung yang notabene pintu gerbang Sumatera dan dekat dengan Jakarta, Bogor dan Jawa Barat dan lainnya. Lalu, bagaimana untuk menghentikan ini agar penyebaran tidak semakin parah. Eksekutif dalam hal ini Gubernur Lampung harus mengambil langkah cepat. Lampung kalau bisa segera ‘Lockdwon’. Agar terhindar dari penyebaran Covid-19,” tegas Midi di Bandar Lampung, Sabtu (28/3).

Anggota Komisi 4 DPRD Lampung itu meneruskan, bahwa jika tidak ada langkah menghentikan sementara arus orang dari Jakarta atau daerah lain yang menjadi zona merah Covid-19, maka Lampung akan menerima dampak luar biasa.

“Saya minta pemprov Lampung segera ambil langkah cepat. Apalah itu namanya ‘Lockdwon’ atau Karantina Wilayah atau pembatasan lokal. Agar ini segera untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini,” tegasnya.

Jangan Mudik Dulu, Ada Surat Sehat

Midi juga meminta semua pihak mematuhi aturan pemerintah dengan tidak mudik dulu ke Lampung. “Untuk menjaga keselamatan bersama jangan mudik dulu ke Lampung sampai situasinya normal,” tegasnya.

Selain itu, di pintu masuk Lampung, seperti Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan atau Bandara Radin Inten II, Natar, sudah seharusnya diperketat lagi.  Selain screening kesehatan yang ketat, juga ada regulasi bahwa orang masuk ke Lampung harus ada keterangan sehat dari Dinas Kesehatan asal.

“Jadi di pintu masuk itu harus super ketat. Kita tak bisa tutup kalau soal urgensi kemanusiaan dan kebutuhan pokok seperti logistik bahan makanan, BBM obat-obatan dan lainnya. Tapi arus orang yang pulang kampong atau masuk ke Lampung harus diperketat. Saya menyarankan adanya surat keterangan sehat dulu dari Dinas Kesehatan tempat asal bahwa mereka sudah lolos karantina 14 hari dan Negatif Covid-19. Seperti ketika kita akan masuk Negara lain. Serta jelas alamat yang akan dituju mulai dari RT, RW hingga desanya terdata jelas detail. Jadi pengawasan bisa lebih mudah pengawasannya. Ini mengapa, agar bisa benar-benar tak ada penyebaran virus lagi,” tandasnya.

Antisipasi Lonjakan Penderita Covid-19

Sebagai legislator, lanjut dia, meminta agar juga disiapkan fasilitas kesehatan yang memadai untuk mengantisipasi jika ada kemungkinan lonjakan penderita Covid-19 di Lampung.

“Untuk fasilitas kesehatan tentu harus benar-benar disiapkan pemprov. Mulai dari tenaga medis yang disiapkan apakah memadai berikut Alat Pelindung Diri (APD), serta kapasitas tempat tidur dan peralatan medis untuk  merawat pasien apakah sudah disiapkan memadai terkait kemungkinan ledakan penderita Corona kedepan. Ini harus disiapkan secepatnya,” tegasnya.

“Saya sudah mengusulkan ke pimpinan Komisi 4. Inshaallah hari Senin (30/3) akan rapat internal untuk kemungkinannya memanggil Dinas Perhubungan, ASDP dan Kepala Bandara Radin Inten II. Jangan kita menunggu saja. Jangan Lampung suruh di rumah aja, tapi banyak yang masuk dari daerah lain yang menjadi pusat terdampak Covid-19,” tuturnya. (rilis)