Ketua KPK Sodorkan Tiga Pendekatan Cegah Korupsi

  • Whatsapp
banner 468x60

JAKARTA – KPK Firli Bahuri mengatakan ada tiga pendekatan dalam pemberantasan korupsi dan harus diberi porsi yang sama. “Resep pas dan dosis pas. Ketiga pendekatan ini merupakan core bussiness KPK dalam pemberantasan korupsi dan dilaksanakan secara holistik, integral sistemik, sustainable,” kata Firli Bahuri dalam keterangan resmi, Minggu (5/7).

 

Bacaan Lainnya

banner 300250

Ketiga pendekatan itu adalah pendekatan pendidikan masyarakat yang menyasar kepada tiga sasaran yaitu pertama jejaring pendidikan formal dan informal mulai dari taman kanak-kanak sampai dengan perguruan tinggi. Kedua, penyelenggaraa negara dan partai politik, serta ketiga adalah badan usaha mikik negara (BUMN), BUMD dan swasta.

 

“Pendekatan ini akan mempengaruhi mindset dan culture set segenap elemen bangsa untuk tidak berkeinginan melakukan korupsi,” ujarnya.

 

Kemudian pendekatan pencegahan sasaran menghilangkan peluang dan kesempatan.

 

“Dengan merasuk kepada perbaikan, penyempurnaan dan penguatan sistem. Prinsip tujuan pencegahan adalah menghilangkan kesempatan atau peluang korupsi dengan cara pembangunan atau perbaikan sistem. Di samping itu dengan perbaikan sistem mk diharapkan pendapatan negara dan daerah bisa meningkat,” tambahnya.

 

Karenanya perlu dilakukan penelitian dan pengembangan guna menelaah dan meneliti atas sistem yang ada.

 

“Sesuai teori yang pernah saya ketahui bahwa korupsi itu juga muncul disebabkan oleh karena sistem. By system corruption, corruption because of fail, bad and weak system. Jadi keberadaan litbang menjadi penting untuk mengkaji dan meneliti. Apakah sistemnya gagal, sistemnya lemah atau sistemnya buruk dengan sasaran adanya perbaikan. Penguatan dan koreksi sistem yg ada serta pembangunan baru baik sistem politik, sistem tata niaga, sistem pelayanan publik, sistem perijinan dan sistem ekonomi),” kata Firli.

 

Dengan pendekatan tersebut Firli berkeinginan hilangnya kesempatan dan peluang melakukan korupsi. Para calon korupsi tidak memiliki peluang dan kesempatan uuntuk korupsi karena sistem sudah baik. Firli menambahkan pendekatan terakhir adalah pendekatan penindakan dengan penegakan hukum yang tegas,efektif sehingga menimbulkan kesadaran untuk taat patuh pada hukum bukan hanya sekedar membuat rasa takut akan sanksi yang berat. Kalau hanya menimbulkan rasa takut, maka para korupsi akan melakukan inovasi dan berkreasi untuk menemukan cara-cara modus operandi supaya tidak tertangkap.

 

“Law enforcement yang dilakukan profesional, akuntabel, berkeadilan, kepastian hukum dan menjunjung tinggi HAM. Pendekatan penindakan (law enforcement approach) akan membuat para calon koruptor takut melakukan korupsi. Kami meyakini dengan tiga pendekatan pemberantasan korupsi maka KPK akan memberi andil besar dalam pemberantasan korupsi. Dan menjamin pembangunan nasional tetap berlangsung sehingga Indonesia bebas dari korupsi. Dan cita cita besar para pendiri bangsa utk mewujudkan Indonesia yang sejahtera. Indonesia cerdas, adil makmur, serta maju dapat terwujud,” pungkasnya. (mi)

Sumber: mediaindonesia.com)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *