Anggota Komisi III: Firli Tak Perlu Dinonaktifkan, ICW Gagal Paham

  • Whatsapp
Habiburokhman
banner 468x60

JAKARTA- Anggota Komisi III DPR RI menilai Firli Bahuri tak perlu mundur sementara dari Ketua KPK saat menjalani sidang etik. Anggota Komisi III menilai ICW gagal memahami makna dari sidang etik KPK.

“Saya pikir itu berlebihan, tidak objektif serta tidak jelas dasar hukumnya. ICW gagal memahami kode etik KPK. Nggak perlu (Firli dinonaktifkan), negara butuh Firli proaktif pimpin KPK cegah dan berantas korupsi,” kata anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Gerindra, Habiburokhman, kepada wartawan, Senin (24/8/2020) seperti dikutip dari detik.com.

Bacaan Lainnya

banner 300250

Habiburokhman menilai tuntutan ICW itu dapat melemahkan KPK. Dia berharap permintaan ICW tidak ditunggangi oleh kepentingan tertentu.

“Tuntutan ICW bahaya banget dan bisa lemahkan KPK. Jangan sampai tuntutan itu ditunggangi mereka yang nggak suka KPK kuat,” katanya.

Sementara itu, anggota Komisi III dari PPP, Arsul Sani, menyebut sidang etik terhadap Firli bukanlah pertama kalinya. Arsul menyebut pimpinan KPK terdahulu tidak pernah dinonaktifkan sementara.

“Proses pemeriksaan terkait laporan dugaan pelanggaran etik di KPK itu kan sudah ada prosedurnya. Dan pemeriksaan etik terhadap Pimpinan atau Komisioner KPK itu juga bukan baru pertama kali terjadi. Dulu Abraham Samad juga diperiksa dalam sidang etik,” ujar Arsul saat dihubungi terpisah.

“Periode sebelumnya seingat saya Chandra Hamzah juga pernah disidang etik. Nah, seingat saya pada kasus-kasus dulu bukankah tidak ada Komisioner atau Pimpinan KPK yang dinonaktifkan ketika lagi menjalani pemeriksaan via sidang etik,” sambungnya. (sumber: detik.com/bu-6)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *