Sesuaikan Ritme Kerja dengan Aturan PSBB, Pemberantasan Korupsi Tidak Terhenti

  • Whatsapp
banner 468x60

JAKARTA – Terkait dengan kebijakan PSBB Pemprov DKI Jakarta dan SE Menpan RB, terhitung hari ini, Senin, 14 September 2020, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah membuat jadwal kerja pegawai KPK yang dibagi dalam jam kerja Work From Office (WFO) sebanyak 25 persen dan Work From Home (WFH) 75 persen.

Adapun WFH dan WFO diatur oleh Kasatker, Direktorat, Biro, Kabag dan Ka- unit kerja di KPK. Semenrara itu, pejabat struktural eselon 1 dan 2 tetap bekerja dari kantor (WFO).

Bacaan Lainnya

banner 300250

Ketua KPK RI H. Firli Bahuri mengatakan untuk pencegahan penyebaran Covid 19, KPK telah melakukan test swab Covid-19 sebanyak 4 kali sejak Maret 2020. Terakhir test swab kita lakukan 7-11  September 2020 ke 1.901 pegawai pihak-pihak lain yang sering beinteraksi di KPK. Bahkan , hari inipun kita masih melakukan swab test,” kata Firli dalam keterangan persnya, Senin (14/9).

Mantan Kabaharkam Polri ini meneruskan tugas KPK terus berjalan. “Meski jam kerja berkurang, tugas dan kewajiban KPK sesuai amanat undang-undang sebagai pemberantasan korupsi yang sudah berurat akar di republik ini, tetap berjalan dan tidak akan berhenti hanya karena pandemi ini (Covid-19),” tegasnya.

Terlebih lagi, lanjut dia, penanganan perkara yang tengah diusut KPK memiliki batas waktu untuk segera diselesaikan, sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), dimana KUHAP adalah undang-undang yang mengatur tentang pelaksanaan formil dari hukum pidana di Indonesia.

Berdasarkan peraturan dan ketentuan yang diatur dalam KUHAP Pasal 24, 25 dan 29, Undang-Undang KUHP, KPK memiliki waktu 120 hari untuk menahan dan memeriksa tersangka guna kepentingan kelengkapan kasus, sebelum dilimpahkan ke pengadilan.

“Melihat kondisi itulah, kami pimpinan dan sejumlah pegawai khususnya dari Kedeputian Penindakan, akan tetap bekerja di kantor karena ada sejumlah pekerjaan yang memang tidak bisa dilakukan dari rumah,”

“Rekan-rekan yang bertugas di penindakan (penyelidikan, penyidikan, penuntutan, eksekusi) diberikan pengaturan waktu kerja pegawai lebih flexible dimana Deputy Penindakan KPK mengatur penyelidik, penyidik, jaksa dan labuksi sesuai dengan tuntutan tugas. Begitu pula dengan rekan-rekan yang bertugas di pencegahan yang tetap semangat mensosialisasikan pesan anti korupsi ke seantero negeri ini, meski mereka juga beresiko tertukar Covid-19,” ungkapnya.

Firli juga pastikan tugas pemberantasan korupsi tidak hanya diakukan sebagai bentuk kewajiban, tetapi kesadaran serta keikhlasan mengorbankan raga hingga jiwa sebagai konsekuensi yang akan diterima oleh insan KPK.

“Bagi saya, melakukan sesuatu yang luar biasa, penuh dengan ketidaknyamanan yang muncul dalam bentuk resiko, tantangan dan konsekuensi, adalah sebuah perjuangan. Jika parameter konsekuensi adalah perjuangan, Insya Allah konsekuensi itu terlalu ringan buat kami, seluruh insan pegawai KPK,”

“Dalam kesempatan ini, saya kembali mengingatkan kepada kita semua bahwasanya virus Corona memang tidak kasat mata, tapi keberadaannya nyata dan sudah banyak menelan korban jiwa. Dimulai dari diri sendiri, jangan pernah remehkan apalagi menganggap Covid-19 tidak ada. Jaga diri dengan menerapkan pola hidup sehat, jaga jarak, gunakan masker, selalu cuci tangan dan bawa selalu handsinitizer, Insya Allah dapat mengindari kita terpapar virus Corona,”

“Jangan lupa, bawa lebih dari satu masker untuk diberikan kepada saudara-saudara kita yang belum menggunakan masker, sekaligus ingatkan kepada mereka akan bahayanya virus Corona,” pungkasnya. (release/bu-03)

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *