Waketum BMI Midi Iswanto: Mas AHY Cerminkan Politik Santun dan Tegas, Jokowi Harus Fair Menjawab Surat Partai Demokrat

  • Whatsapp

JAKARTA – Wakil Ketua Umum DPN Bintang Muda Indonesia (BMI) Ir. H. Midi Iswanto, MH, menegaskan bahwa Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang berkirim surat ke Presiden Joko Widodo terkait adanya kegaduhan yang diduga upaya pengambilalihan Partai Demokrat dari orang luar partai seharusnya surat tersebut dijawab saja oleh Presiden Joko Widodo.

“Dalam hal ini, presiden adalah pembina partai politik, maka sangat tepat jika Mas AHY berkirim surat ke Pak Jokowi, atas adanya kegaduhan dan indikasi upaya pengambilalihan Partai Demokrat yang melibatkan orang diluar partai. Menurut saya agar Pak Jokowi fair saja menjawab surat tersebut,” kata Midi kepada media, Sabtu (6/2).

Bacaan Lainnya
banner 300250

Kata Midi,  surat Demokrat ke Jokowi membuktikan kematangan sikap dan berpolitik AHY. “Itu menurut saya sangat tepat. Terlebih lagi kita sebagai masyarakat Indonesia dengan adat ketimuran memiliki sikap yang bagus dengan menanyakan daripada kusak-kusuk di belakang akhirnya timbul fitnah. Kan bagus terang-terangan seperti Mas AHY menanyakan secara resmi kepada sang pembina partai politik, apalagi yang diduga berada pada lingkaran kekuasaan. Jadi ini juga menurut Islam juga langkah yang baik sebagai upaya Mas AHY untuk melakukan Tabayyun (klarifikasi) jika ada persoalan yang belum jelas. Nah, tabayyunnya ini ya berkirim surat resmi begitu ke Presiden sebagai Pembina Partai Politik di Indonesia,” tegasnya.

Selain itu, sambung Midi, bahwa AHY selama ini selalu menjunjung tinggi cara berpolitik yang santun dan cerdas.

“Mas AHY selalu kedepankan cara berpolitik yang santun dan cerdas, beliau menghargai yang lebih tua, maka wajar saja Mas AHY menyampaikan ke Pembina parpol. Sebab, persoalan semacam ini kan bisa berdampak ke perpecahan di bawah dan bisa saja mengganggu stabilitas nasional. Jika sampai ada yang pro dan kontra. Maka pihak-pihak yang membuat gaduh, menyulut perpecahan dan adu domba, ya sudah sepantasnya untuk diberikan sanksi,” tuturnya.

Midi secara lugas menegaskan di tengah situasi Pandemi Covid-19 seperti ini, dimana rakyat masih kesusahan justru membuat kegaduhan. “Indonesia kini sednag berduka dengan pandemic belum berakhir, masyarakat kita sedang susah, ekonomi susah kok malah ini mau dibuat dipecah belah. Seharusnya fokus bersama untuk mencapai kesejahteraan, focus bisa mempertahankan masyarakat sehat dan  bisa bertahan hidup,” tukasnya.

Ditambahkan Midi, BMI siap bersama-sama mengawal kepemimpinan AHY sebagai Ketum Partai Demokrat. “Seluruh pengurus BMI akan solid dan bersama-sama mengawal kepemimpinan Mas AHY sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Para pihak-pihak jangan mengusik dan merusak Partai Demokrat, karena BMI tidak akan tinggal diam. Kami anak-anak muda BMI akan terus bersemangat dalam menjaga Partai Demokrat dibawah kepemimpinan Mas AHY. Kami anak-anak muda BMI sedang bekerja dan bergerak, jangan usik ketenangan kami,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Bintang Muda Indonesia (BMI) Farkhan Evendi mendukung penuh langkah-langkah yang dilakukan Partai Demokrat dalam menjaga martabat partai sebagaimana disampaikan AHY.

“Kami tentu mendukung penuh langkah-langkah yang dilakukan partai, dibawah kepemimpinan Mas AHY. Dalam rangka menindaklanjuti para pelaku yang disebutkan tadi,” kata Farkhan, Senin (1/1/2021) mengutip kompas.tv.

Farkhan juga menyampaikan, BMI telah membuat pernyataan sikap yang jelas. Bahwa di bawah kepemimpinannya, BMI siap pasang badan jika gerakan ini terus berlanjut.

“Sekali lagi ini bentuk upaya inkonstitusional, dan kami siap pasang badan untuk menghadapi para pelaku gerakan tersebut demi mempergahankan martabat Partai Demokrat,” tegas Farkhan.
“Kepada seluruh kader Demokrat, saya menginstruksikan untuk merapatkan barisan, dan tetap mempertahankan soliditas yang telah terbangun ini, serta terus bersatu, dan senantiasa memperjuangkan harapan rakyat Indonesia,” tegas AHY.

Bintang Muda Indonesia yang merupakan sayap muda Partai Demokrat juga menegaskan bahwa langkah yang diambil AHY sebagai ketua umum sudah tepat.

Sebelumnya, bertempat di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, AHY menyebut ada gerakan untuk merebut paksa partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono ini. Untuk itu, AHY mengistruksikan kepada kader Demokrat untuk merapatkan barisan, dan tetap mempertahankan soliditas yang selama ini terbangun.  (rilis)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *