Firli Bahuri Berikan Materi ‘Kepemimpinan di Masa Krisis’ di Expert Sharing BRI Grup Leadership Forum

  • Whatsapp

JAKARTA – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi H. Firli Bahuri menjadi pemateri dalam Expert Sharing BRI Grup Leadership Forum di Jakarta, Kamis (25/2). Dalam acara yang dihadiri oleh Menteri Negara BUMN Erick Thohir dan Direktur Utama BRI Sunarso dan jajarannya itu, Firli memaparkan materi tentang ‘Kepemimpinan di Masa Krisis’.

Perwira tinggi Polri dengan pangkat bintang tiga itu juga membeber tentang organisasi dan pentingnya mengerti mengenai visi dan misi agar organisasi bisa berjalan dengan baik sesuai tujuan.

Bacaan Lainnya
banner 300250

Firli menekankan tiga hal yakni Love (cinta), Care (peduli) dan Share (berbagi). “Cinta berakhir, saat berhenti peduli, hidup berakhir, saat berhenti percaya dan harapan berakhir, saat kita berhenti bermimpi,” tukasnya.

Terkait leadership atau kepemimpinan, Firli menegaskan bahwa kepemimpinan visioner merupakan seseorang pemimpin yang berfikir, bersikap dan bertindak dengan berorientasi kepada upaya mewujudkan keberhasilan masa depan (jangka panjang) dan mampu mengantisipasi serta mentransformasikan tuntutan jaman dalam mengarahkan bangsa untuk meraih cita-cita dan mencapai tujuan nasional.

“Kepemimpinan visioner menjadi urgent terutama saat situasi krisis. Terlebih dalam momentum zaman yang semakin kompleks. Dibutuhkan pemimpin visioner yang memahami dan sanggup serta bertekad untuk menghadapi dan mengatasi kompleksitas permasalahan yang dihadapi. Pemimpin harus mampu mengatur, menggerakkan dan mengendalikan sumberdaya dalam mengatasi berbagai persoalan menuju visi yang dicita-citakan pemimpin mewujudkan tujuan organisasi. Tujuan semua pegawai pemimpin adalah satu untuk semua dan semua untuk satu,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Firli juga memaparkan visi misi dan strategi pemberantasan korupsi oleh KPK. Adapun Visi KPK adalah KPK bersama masyarakat menurunkan tingkat korupsi untuk mewujudkan Indonesia maju. Sedangkan Misi KPK meningkatkan upaya pencegahan melalui perbaikan sistem, Meningkatkan upaya pencegahan melalui pendidikan antikorupsi yang komprehensif dan Pemberantasan tindak pidana korupsi yang efektif, akuntabel, professional, dan sesuai dengan hukum, Meningkatkan akuntabilitas, profesionalitas, dan integritas komisi pemberantasan korupsi dalam pelaksanaan tugas dan wewenang.

“Adapun strategi pemberantasan korupsi dilaksanakan dengan 3 pendekatan, yaitu Pendidikan Masyarakat sebagai core business KPK disamping pencegahan dan penindakan. Dengan demikian maka pemberantasan korupsi dilakukan dengan 3 pendekatan yaitu Pendekatan pendidikan Masyarakat (public education approach), Pendekatan
Pencegahan (Preventif approach), Pendekatan Penindakan (Law enforcement approach),” pungkasnya. (anti-korupsi.com)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *