Ambisi Besar Keet Ikut TC Timnas Indonesia Jadi yang Terbaik

Pemain diaspora Luke Xavier Keet menunjukkan ambisi besar untuk memperkuat Timnas Indonesia U-23 menjelang SEA Games 2025. Meskipun saat ini bermain di GS Illioupolis di divisi dua liga Yunani, Luke bertekad ingin membuktikan kemampuannya di hadapan pelatih Indra Sjafri.

Dia adalah pemain yang bisa beroperasi sebagai winger, sebuah posisi yang penting dalam strategi permainan Timnas. Terlepas dari tidak dipanggil saat pemusatan latihan (TC), Luke tetap optimis dengan peluangnya untuk berkontribusi bagi tim.

“Saya tersanjung diberi kesempatan ini. Menjadi bagian dari tim ini adalah keistimewaan itu sendiri. Saya ingin melakukan yang terbaik untuk tim ini,” ujar Luke dengan semangat. Ambisinya untuk membela Merah Putih mengalir dari kecintaannya terhadap Indonesia.

Pentingnya Peran Pemain Diaspora dalam Timnas Indonesia

Pemain diaspora memiliki peran yang signifikan bagi pengembangan sepak bola Indonesia. Mereka membawa pengalaman dari liga-liga luar negeri yang dapat meningkatkan kualitas permainan tim nasional. Luke Xavier Keet, yang memiliki keturunan Australia, berfungsi sebagai penghubung antara budaya sepak bola Indonesia dan pengalaman internasional.

Dia menegaskan bahwa keberadaannya di tim bukan hanya untuk mengisi posisi, tetapi juga untuk memberikan inspirasi dan motivasi bagi rekan-rekannya. “Saya percaya dengan staf kepelatihan dan para pemainnya. Mereka punya potensi yang besar,” tambahnya.

Kemampuan Luke dalam beradaptasi dengan lingkungan baru sangat dibutuhkan dalam situasi kompetitif seperti SEA Games. Dengan latar belakang yang beragam, ia dapat menambah dimensi baru dalam strategi permainan Timnas yang sudah ada.

Rindu Tanah Air dan Keterikatan Emosional

Kepulangan Luke ke Indonesia bukan hanya sekadar untuk bermain sepak bola, tetapi juga untuk menghubungkan kembali dengan akarnya. “Sejujurnya, saya sudah lama tidak pulang ke sini. Orang-orang di sini begitu hangat,” ujarnya. Perasaan rindu ini menggerakkan langkahnya untuk membela tim nasional.

Dia merasa terhubung melalui perjalanan Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026, yang semakin menguatkan niatnya untuk berjuang bersama tim. “Hal seperti itu yang membuat saya terhubung dengan negara ini,” ungkapnya. Hal ini menggambarkan cinta dan komitmennya terhadap tanah air.

Keterikatan emosional adalah salah satu faktor pendorong yang membawa pemain ini kembali. Keinginannya untuk melihat Indonesia meraih kemenangan adalah motivasi yang tak ternilai. “Indonesia nomor satu, tidak ada yang lain,” tegasnya.

Mendukung Rekan-rekan dan Mempelajari Bahasa Indonesia

Selama proses beradaptasi, Luke berusaha untuk bergaul dengan rekan-rekannya, termasuk Brandon Scheunemann dan pemain naturalisasi lain. Interaksi ini tidak hanya membantu dalam membangun kerjasama di lapangan, tetapi juga dalam mempelajari bahasa Indonesia yang sempat terlupakan. “Brandon banyak membantu saya,” ujarnya.

Dukungan dari teman-teman barunya menjadi faktor penting dalam proses adaptasinya. Meskipun sudah lama tidak berkomunikasi dalam bahasa Indonesia, Luke berusaha keras untuk mempelajarinya kembali agar lebih mudah berinteraksi dengan tim.

Dia juga mengungkapkan bahwa berbagi momen di luar lapangan, seperti saat makan malam, menjadi kesempatan berharga untuk belajar budaya dan bahasa. “Ada beberapa pemain naturalisasi yang membantu saya tentang beberapa hal,” tuturnya.

Related posts