Persija Jakarta berhasil meraih kemenangan meyakinkan atas Persik Kediri dengan skor 3-1 dalam laga Super League 2025/2026 yang berlangsung di Stadion Manahan, Solo. Pertandingan ini menjadi sorotan karena diwarnai cuaca hujan deras yang menemani jalannya permainan sejak peluit pertama dibunyikan.
Sejak awal, Persija tampil agresif dan langsung menekan pertahanan Persik. Peluang pertama hadir pada menit ke-10 ketika Fabio Silva mencoba peruntungannya, namun usaha tersebut masih bisa digagalkan oleh kiper lawan, Leo Navacchio.
Di menit ke-28, Persija kembali mencoba peruntungan lewat sepakan bebas dari Maxwell, tetapi bola melenceng tipis dari gawang. Tensi pertandingan semakin meningkat ketika Witan Sulaeman mencoba menciptakan peluang di menit ke-30, kali ini tendangannya tertahan dan berujung pada sepak pojok.
Pertandingan Berubah Saat Gol Pertama Tercipta
Menjelang akhir babak pertama, Persija terus berusaha membongkar pertahanan Persik. Namun, dalam sebuah situasi mengejutkan, Persik justru berhasil membuka keunggulan di menit ke-42 lewat gol cantik Ezra Walian dari tendangan bebas yang melengkung ke sudut kanan gawang.
Persija tidak menyerah meskipun tertinggal dan terus mencari celah. Pada menit ke-44, mereka hampir menyamakan kedudukan lewat sundulan dari Thales Natanael Lira, tetapi kiper Persik berhasil menepis bola. Upaya keras Persija untuk mencetak gol sebelum babak pertama berakhir belum membuahkan hasil, dan skor 1-0 untuk keunggulan Persik tetap bertahan.
Setelah turun minum, pertandingan terpaksa ditunda beberapa saat karena kondisi lapangan yang tergenang air. Setelah sekitar dua setengah jam penundaan, pertandingan dilanjutkan kembali.
Pemulihan Situasi Melalui Serangan Balik
Babak kedua dimulai dengan semangat baru dari Persija, meskipun mereka harus menghadapi situasi keterbelakangan. Lima menit setelah kick-off, Persik harus kehilangan salah satu pemain kunci, Ferreira Castanheira, yang menerima kartu merah akibat pelanggaran kedua.
Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan Persija dengan baik. Pada menit ke-59, Eksel Runtukahu berhasil mencetak gol penyama kedudukan setelah menerima umpan brilian dari Witan Sulaeman, membuat skor menjadi 1-1.
Tidak puas dengan hanya menyamakan kedudukan, Persija terus menekan. Beberapa menit kemudian, Eksel kembali menjadi ancaman bagi pertahanan Persik, memaksa Henhen Herdiana menerima kartu kuning, tetapi setelah peninjauan VAR, keputusan itu dibatalkan.
Keberhasilan Melawan Tekanan dan Menambah Poin
Persija berada dalam momentum positif setelah gol penyama tersebut. Pada menit ke-71, Maxwell berhasil membalikkan kedudukan menjadi 2-1 melalui sundulan setelah menerima umpan dari Bruno Tubarao, menciptakan suasana penuh sorak sorai bagi pendukung setia mereka.
Pada menit ke-78, Witan Sulaeman melengkapi penampilan gemilangnya dengan mencetak gol ketiga. Dengan tenang, ia menggocek kiper dan menceploskan bola ke gawang Persik, menambah keunggulan untuk timnya menjadi 3-1.
Persija tetap berkeinginan menambah angka di sisa waktu, dengan ancaman dari Thales yang usaha tembakannya masih terlalu lemah untuk merepotkan kiper lawan. Gustavo Franca, yang baru masuk ke lapangan, juga melancarkan serangan, namun lagi-lagi negosiasi dengan kiper Persik berhasil dilakukan.
Analisis dan Pembelajaran Dari Pertandingan
Secara keseluruhan, pertandingan ini menunjukkan ketangguhan dan kreativitas Persija dalam menghadapi berbagai tantangan. Walaupun sempat tertinggal, mereka mampu mengejar dan membalikkan keadaan berkat kerja sama tim yang solid.
Detail permainan, seperti penguasaan bola dan peluang mencetak gol, menunjukkan dominasi Persija di lapangan. Pelatih Persija perlu mempertahankan momentum ini untuk pertandingan mendatang agar bisa bersaing di puncak klasemen.
Dengan kemenangan ini, Persija tidak hanya memperoleh tiga poin, tetapi juga percaya diri mereka meningkat untuk pertandingan selanjutnya. Sinergi antar pemain dan strategi pelatih akan sangat menentukan dalam melewati sisa kompetisi.