Pada Minggu, 25 Januari 2026, aktivitas bahwa kapal di perairan Laut Teratai Merah sangat signifikan dengan total 457 perjalanan untuk kapal besar dan 97 perjalanan untuk kapal kecil. Pelayanan tersebut berhasil menjangkau 2.937 pengunjung dan mengumpulkan pendapatan mencapai 257.600 baht, menunjukkan minat yang terus meningkat terhadap destinasi wisata ini.
Dari total pendapatan yang dihasilkan, sektor penyewaan kapal berkontribusi besar, mencatatkan total pendapatan selama dua hari mencapai 405.600 baht, setara dengan Rp215,5 juta. Hal ini menegaskan bahwa Laut Teratai Merah telah menjadi salah satu pilihan utama bagi wisatawan lokal maupun internasional yang mencari keindahan alam dan pengalaman unik.
Kepala Kementerian Pariwisata dan Olahraga, Natthriya Thaweevong, mengatakan bahwa upaya untuk memperketat langkah-langkah keselamatan menjadi prioritas. Hal ini bertujuan untuk menjaga kenyamanan dan keamanan para wisatawan, terutama di tahun yang penuh tantangan ini.
Pentingnya Keamanan dalam Layanan Wisata di Perairan Laut Teratai Merah
Kementerian Pariwisata mengumumkan bahwa mereka telah menginstruksikan berbagai instansi untuk meningkatkan langkah-langkah keselamatan yang mencerminkan komitmen terhadap keselamatan pengunjung. Tindakan ini mencakup perbaikan standar untuk berbagai jenis perahu yang digunakan dalam kegiatan wisata.
Standar operasional juga menjadi perhatian, termasuk manajemen waktu yang efisien untuk memastikan wisatawan tidak harus menunggu terlalu lama. Semua langkah ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengunjung yang ingin menikmati keindahan Laut Teratai Merah.
Bukan hanya itu, peningkatan dalam fasilitas di area pelayaran juga ditekankan agar pengalaman wisatawan lebih menyenangkan. Ini sangat penting mengingat jumlah pengunjung yang terus meningkat serta harapan mereka terhadap pelayanan yang berkualitas.
Destinasi Wisata yang Menawarkan Pengalaman Unik dan Menarik
Laut Teratai Merah terkenal dengan keindahan bunga teratainya yang mekar, yang menjadi atraksi utama bagi para wisatawan. Oleh karena itu, waktu kunjungan yang disarankan agar optimal untuk melihat bunga tersebut adalah antara pukul 06.00 hingga 11.00 selama periode puncak dari pertengahan Januari hingga pertengahan Februari.
Selama waktu tersebut, para pengunjung tidak hanya dapat menikmati keindahan alam tetapi juga berkesempatan untuk mengabadikan momen indah dengan latar belakang bunga teratai. Pengalaman ini telah menjadi daya tarik bagi banyak fotografer maupun pelancong yang ingin menikmati keindahan alam.
Dengan berbagai dermaga yang tersedia, seperti Dermaga Ban Diam dan Dermaga Ban Don Khong, wisatawan memiliki pilihan beragam dalam hal aksesibilitas dan moda transportasi. Setiap dermaga menawarkan keindahan sendiri, sehingga memberikan pengalaman perjalanan yang berbeda bagi setiap pengunjung.
Strategi Pemasaran untuk Meningkatkan Daya Tarik Pariwisata
Untuk menarik lebih banyak wisatawan, penting bagi pengelola pariwisata untuk menerapkan strategi pemasaran yang efektif. Hal ini termasuk mempromosikan keunikan dan keindahan Laut Teratai Merah melalui berbagai platform media sosial dan kampanye pemasaran digital lainnya.
Pendekatan yang tepat dapat membantu menarik perhatian wisatawan internasional yang mungkin belum mengetahui potensi lokasi ini. Kolaborasi dengan influencer wisata dan blogger juga dapat meningkatkan eksposur yang signifikan terhadap tujuan wisata ini.
Merangkai cerita menarik tentang pengalaman wisatawan sebelumnya juga bisa menjadi strategi yang efektif. Dengan cara ini, calon pengunjung akan lebih termotivasi untuk merasakan langsung pengalaman yang ditawarkan oleh Laut Teratai Merah.