Kemenhut Siap Merawat Satwa di Bandung Zoo

Kementerian Kehutanan Republik Indonesia baru-baru ini menyatakan bahwa mereka akan bertanggung jawab penuh terhadap perawatan dan penyelamatan seluruh satwa yang berada di Kebun Binatang Bandung. Namun, tanggung jawab tersebut hanya akan berlaku maksimal selama tiga bulan ke depan, sehingga menimbulkan sejumlah pertanyaan terkait masa depan satwa di tempat tersebut.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Satyawan Pudyatmoko, menegaskan pentingnya menjaga Kebun Binatang Bandung sebagai kebanggaan masyarakat. Keberadaan satwa-satwa di dalam kebun binatang tersebut merupakan amanah yang harus dijaga dan dirawat dengan sebaik-baiknya.

Di sisi lain, berita menarik datang dari dunia fashion, di mana kucing kesayangan desainer legendaris Karl Lagerfeld menjadi sorotan. Kucing Birman yang bernama Choupette itu ditakdirkan mewarisi kekayaan bernilai sekitar 1,5 juta dolar AS setelah kepergian Lagerfeld pada tahun 2019.

Desainer yang meninggal akibat kanker pada usia 85 tahun itu telah merencanakan segalanya agar Choupette tetap hidup dalam kemewahan, bahkan setelah ia tiada. Hal ini menunjukkan cinta yang mendalam dari Lagerfeld kepada kucingnya, yang dianggap lebih dari sekadar hewan peliharaan.

Selain berita tersebut, departemen pariwisata Filipina juga tak mau ketinggalan. Mereka terus menggencarkan promosi wisata di Indonesia, dengan menawarkan paket tur halal untuk menarik minat wisatawan. Keterlibatan mereka dalam dua pameran perjalanan ternama di Indonesia menunjukkan keseriusan mereka dalam memperkenalkan destinasi wisata yang beragam.

Kemenhut Ambil Langkah untuk Menyelamatkan Satwa di Kebun Binatang Bandung

Satyawan Pudyatmoko mengungkapkan bahwa keputusan untuk mengambil alih perawatan satwa di Kebun Binatang Bandung merupakan langkah awal dalam memastikan kesejahteraan hewan-hewan tersebut. Selama masa transisi, ia meminta Pemerintah Kota Bandung untuk memilih pengelola baru yang lebih profesional dan memenuhi standard kesejahteraan.

Pengelolaan yang tepat sangat penting untuk memastikan bahwa satwa tidak hanya terawat, tetapi juga tidak terlantar. Kemenhut ingin memberikan contoh yang baik dalam pengelolaan lembaga konservasi yang berkelanjutan, terutama di tengah berbagai isu yang melibatkan kesejahteraan hewan.

Selama tiga bulan ke depan, kementerian berjanji akan melakukan pemantauan ketat terhadap kondisi satwa di kebun binatang tersebut. Rencana ini diharapkan dapat membangun kepercayaan publik terhadap upaya konservasi yang sedang dilakukan oleh pemerintah.

Satyawan menegaskan bahwa pencabutan izin Lembaga Konservasi YMT dilakukan bukan tanpa alasan. Ini adalah bagian dari komitmen untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi satwa, sehingga mereka dapat hidup sehat dan bahagia.

Kucing Choupette: Warisan Mewah dari Karl Lagerfeld

Kucing kesayangan Karl Lagerfeld, Choupette, telah menjadi ikon dalam dunia fashion dan kuliah. Kekayaannya yang mencapai 1,5 juta dolar AS menjadi perhatian utama, setelah desainer itu meninggal dunia. Rencana yang dibuat Lagerfeld selama hidupnya untuk mengurus Choupette seakan menunjukkan bahwa cinta terhadap hewan peliharaan bisa melampaui segalanya.

Meski gaya hidup mewah Choupette kemungkinan akan tetap terjaga, harta warisan Lagerfeld yang bernilai 200 juta euro kini terlibat dalam gugatan hukum baru. Hal ini menjadi isu menarik di kalangan pengamat hukum, karena menimbulkan pertanyaan mengenai status dan hak sebagai ahli waris dari kucing tersebut.

Françoise Caçote, mantan pengurus rumah tangga Lagerfeld, kini menjadi pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaan warisan Choupette. Keputusan ini menimbulkan beragam reaksi, dari yang mendukung hingga sederet kontroversi yang menghiasi pemberitaan media.

Kasus ini tidak hanya menyentuh aspek harta benda, tetapi juga mencerminkan kedalaman hubungan manusia dan hewan peliharaan. Bagi banyak orang, Choupette bukan hanya sekadar kucing biasa, melainkan simbol dari perawatan dan cinta yang tulus.

Filipina Tawarkan Paket Wisata Halal untuk Menarik Wisatawan Indonesia

Di tengah hiruk-pikuk berita lainnya, Departemen Pariwisata Filipina aktif mengembangkan sektor pariwisata dengan menawarkan paket tur halal. Langkah ini diambil untuk menarik lebih banyak wisatawan dari Indonesia yang merupakan pasar penting bagi sektor pariwisata mereka.

Pameran Astindo Travel Fair yang berlangsung di ICE BSD pada Februari 2026 menjadi ajang bagi Filipina untuk memperkenalkan destinasi wisata unggulan. Pulau Boracay, Malay, Aklan, dan El Nido Palawan adalah beberapa lokasi menarik yang ditawarkan kepada pengunjung.

Wisatawan yang memilih paket wisata halal tidak hanya mendapatkan akses ke tempat-tempat wisata, tetapi juga fasilitas yang mendukung kebutuhan mereka dalam beribadah. Jaminan makanan halal dan tempat ibadah yang nyaman menjadi daya tarik tambahan.

Bagi pelancong yang memilih untuk memperdalam sejarah, kunjungan ke Intramuros di Filipina menawarkan pengalaman berbeda. Di sanalah pengunjung dapat menikmati keindahan arsitektur yang terpengaruh oleh peninggalan Spanyol dan mengeksplorasi sejarah negara tersebut.

Related posts