Miss Palestina dan Meksiko Lolos, Wakil Indonesia dan Israel Tereliminasi

Babak final Miss Universe 2025 berlangsung di Impact Challenger Hall, Pak Kret, Nonthaburi, Thailand, pada Jumat pagi, 21 November 2025. Dari 120 kontestan yang berpartisipasi, diumumkan bahwa hanya 30 kontestan yang berhasil masuk ke babak selanjutnya, mengubah suasana kompetisi yang sangat dinamis dan penuh harapan tersebut.

Kehadiran para kontestan yang berasal dari berbagai belahan dunia menciptakan suasana yang sangat meriah. Masing-masing dari mereka mengenakan gaun dua potong lavender berkilauan yang memperlihatkan keindahan dan keanggunan mereka saat memperkenalkan diri di atas panggung.

Setelah sesi perkenalan, pembawa acara Steve Byrne, seorang komika dan aktor dari Amerika Serikat, menyampaikan ungkapan simpatinya kepada masyarakat yang terkena dampak dari bencana alam. Penampilan Miss Universe 1993, Dayanara Torres, bersama R’Bonney Gabriel, Miss Universe 2022, menambah daya tarik acara, sementara penampilan penyanyi Thailand, Jeff Satur, menambah keceriaan di acara tersebut.

Rangkaian Acara yang Mengesankan dan Memikat Perhatian

Acara ini dimulai dengan antusiasme tinggi ketika para kontestan memperkenalkan diri satu per satu. Setiap peserta menunjukkan kepercayaan diri yang tinggi, dan itu menjadi salah satu daya tarik utama dalam acara ini. Karena penampilan yang luar biasa, banyak penonton yang terkesan dengan keanggunan serta pesona yang ditampilkan oleh para peserta.

Di tengah ketegangan dan kebahagiaan, pembawa acara memperkenalkan para juri yang berkompeten. Mereka merupakan tokoh ternama dari berbagai bidang, seperti mode, seni, dan bahkan olahraga, yang memberikan penilaian berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan.

Ketika pengumuman Top 30 dimulai, suasana semakin memanas. Penonton bersorak dan memberikan dukungan untuk kontestan yang mereka favoritkan, menciptakan atmosfer yang sangat mendukung. Perasaan campur aduk antara harapan dan keinginan untuk melihat kontestan favorit melangkah ke tahap selanjutnya sangat terasa di sepanjang acara.

Pemenang dan Kontroversi Dalam Proses Seleksi

Setelah melalui berbagai penilaian yang ketat, hasil akhir mengungkapkan beberapa kejutan. Meskipun harapan besar diberikan kepada wakil Indonesia, Sanly Liu, dia tidak berhasil melanjutkan ke babak selanjutnya. Ini menjadi momen yang mengejutkan bagi banyak penonton yang telah mendukungnya sejak awal kompetisi.

Di sisi lain, kesuksesan Miss Palestina, Nadeen Ayoub, dan Miss Meksiko, Fatima Bosch, berhasil mencuri perhatian. Keduanya menunjukkan kecerdasan dan karisma yang mengesankan, menjadi bintang dalam malam tersebut, dan menjadi sorotan utama dalam panggung internasional.

Pengumuman ini juga menimbulkan kontroversi di kalangan penggemar. Beberapa pengamat merasa ada ketidakadilan dalam penilaian, berusaha membandingkan penampilan serta latar belakang masing-masing kontestan. Namun, acara ini tetap berkomitmen pada keadilan dan transparansi dalam proses seleksi.

Kesempatan untuk Mewakili Negara dengan Kebanggaan

Setiap kontestan yang berhasil masuk ke Top 30 berhak untuk memperlihatkan talentanya di panggung yang lebih besar. Hal ini menjadi peluang bagi mereka untuk memperkenalkan budaya dan keindahan negara masing-masing kepada penonton global. Momen ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi kecantikan, tetapi juga panggung untuk merayakan kekayaan budaya dunia.

Para kontestan tidak hanya diharapkan tampil cantik secara fisik, tetapi juga harus memiliki wawasan dan kepribadian yang kuat. Hal ini didukung oleh misi sosial yang menjadi bagian dari kompetisi, di mana setiap peserta diharapkan dapat berkontribusi pada masalah-masalah global.

Melalui acara seperti ini, para wanita muda dari berbagai negara mendapatkan peluang untuk menjadi role model. Mereka diharapkan dapat menginspirasi generasi mendatang untuk lebih percaya diri dan berani bermimpi lebih besar.

Related posts