Kapal Ikan Terbakar di Perairan Banda, 11 Anak Buah Kapal Hilang

Kapal motor Makmur 03 mengalami kebakaran di perairan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, pada Jumat siang. Sebelas anak buah kapal dilaporkan hilang dalam insiden yang mengkhawatirkan ini.

Para korban yang belum ditemukan termasuk Yakob (60), Kien Julson Sabandar (51), dan beberapa lainnya yang berusia antara 21 hingga 62 tahun. Kejadian ini telah menarik perhatian masyarakat dan otoritas setempat.

Kapal yang dinahkodai Yakob ini berangkat dari Pelabuhan Tulehu pada Sabtu dini hari, menuju lokasi pemancingan ikan. Insiden kebakaran diumumkan setelah salah satu anak buah kapal menghubungi pemilik kapal, Iwan, untuk melaporkan keadaan darurat tersebut.

Kronologi Kebakaran Kapal Yang Mengkhawatirkan

Pihak Basarnas Ambon memberikan laporan bahwa mereka sedang melakukan pencarian terhadap seluruh ABK yang hilang. Namun, upaya pencarian di hari pertama mengalami kesulitan akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi yang terjadi di daerah tersebut.

Kapal KN Bharata telah dikerahkan untuk menuju titik kebakaran berdasarkan koordinat yang telah ditentukan. Jarak yang harus ditempuh cukup jauh, mencapai hampir 75 nautical mile ke arah tenggara.

Dalam situasi tersebut, Kabid Operasional Basarnas mengatakan pencarian akan dilanjutkan keesokan harinya. Harapan besar agar seluruh ABK dapat ditemukan dengan selamat menjadi fokus utama bagi semua pihak yang terlibat dalam pencarian.

Cuaca Buruk Menghambat Upaya Pencarian ABK

Cuaca yang buruk di perairan Banda menyebabkan tantangan besar bagi tim pencari. Gelombang tinggi dan angin kencang membuat situasi semakin berisiko bagi operasi pencarian yang sedang berlangsung.

Muhammad Arafah, Kepala Basarnas Ambon, menegaskan pentingnya keamanan dalam memberikan bantuan. Pihaknya harus berhati-hati agar tidak menambah jumlah korban dalam situasi yang sudah kritis ini.

Penggunaan teknologi dan peralatan canggih diharapkan dapat membantu dalam pencarian meskipun situasi secara keseluruhan tidak mendukung. Pada titik tertentu, tim harus menilai kembali rencana pencarian untuk menghindari bahaya lebih lanjut.

Koordinasi Antara Pihak Terkait Sangat Penting

Koordinasi antara Basarnas, otoritas perairan, dan pihak kapal menjadi sangat krusial dalam insiden ini. Pihak Basarnas awalnya menghadapi kesulitan mendapatkan informasi resmi mengenai kebakaran dari kapal yang bersangkutan.

Setelah beberapa upaya, mereka dapat berkoordinasi dengan pos SAR setempat serta pihak militer untuk mempercepat proses pencarian. Keberadaan alat dan sumber daya tambahan diharapkan dapat mempercepat penemuan para ABK yang hilang.

Meskipun situasinya sulit, kesigapan dalam melakukan koordinasi antara berbagai pihak menunjukkan komitmen untuk menyelamatkan nyawa. Ini menjadi contoh bagaimana keterhubungan antara instansi mempengaruhi efisiensi dalam penanganan bencana.

Related posts