Keluarga Terjatuh ke Sungai di Gorontalo: Ayah Meninggal, Anak Masih Hilang

Di Kabupaten Gorontalo, sebuah tragedi terjadi saat satu keluarga terseret arus Sungai Motoduto. Peristiwa memilukan ini melibatkan seorang ayah dan dua anaknya, yang saat itu sedang dalam perjalanan pulang dari kebun.

Tim SAR setempat segera dikerahkan untuk melakukan pencarian setelah mendapatkan laporan mengenai kejadian tersebut. Hingga saat ini, satu korban telah ditemukan, namun dua lainnya masih dalam pencarian.

Satu-satunya yang telah berhasil ditemukan adalah Yasin Isini, sang ayah, yang berusia 45 tahun. Dua anaknya, Sumitra Isini yang berusia 26 tahun dan Akbar Diangi berusia 9 tahun, masih dinyatakan hilang.

Detil Kejadian dan Penanganan Awal

Momen tragis ini terjadi pada Sabtu sore, sekitar pukul 15:45 WITA. Ketika itu, ketiga korban berusaha menyeberangi arus sungai yang sedang deras setelah mengunjungi kebun mereka.

Menurut Kepala Basarnas Gorontalo, Heriyanto, arus sungai yang kuat membuat mereka terseret saat mencoba untuk menyeberang. Situasi ini sangat berbahaya, terutama jika tidak ada orang lain yang bisa membantu mereka.

Setelah menerima laporan tersebut, tim SAR segera beraksi, melakukan pencarian intensif di sepanjang wilayah sungai. Namun, hanya Yasin yang bisa ditemukan pada hari pertama pencarian.

Tantangan dalam Proses Pencarian Korban

Proses pencarian tidaklah mudah, terutama dengan kondisi arus sungai yang deras. Tim SAR menghadapi tantangan besar dalam upaya mereka untuk menemukan dua korban yang masih hilang.

Selama malam, pencarian dilanjutkan bersama anggota keluarga, meskipun hasilnya masih nihil. Hal ini menunjukkan betapa sulitnya situasi yang dihadapi oleh tim penyelamat di lapangan.

Keesokan harinya, pencarian dilanjutkan dengan lebih banyak anggota tim yang terlibat. Pemberdayaan sumber daya lokal juga menjadi kunci untuk mempercepat pencarian.

Upaya Berkelanjutan untuk Menemukan Korban

Tim SAR terus melakukan penyisiran dengan menggunakan perahu karet. Mereka berusaha menyisir tidak hanya bagian sungai, tetapi juga area muara untuk aktifitas pencarian yang lebih komprehensif.

Penyisiran juga dilakukan di sepanjang jalan di sekitar Sungai Motoduto, berharap mendapatkan petunjuk atau bukti keberadaan dua korban yang hilang. Semua upaya dilakukan dengan penuh semangat meskipun ada tantangan yang harus dihadapi.

Dukungan dari masyarakat setempat juga sangat berarti dalam situasi seperti ini. Mereka bersama-sama berdoa dan memberikan informasi yang mungkin berguna bagi tim SAR.

Related posts