Dalam pertandingan final yang berlangsung di Stadion Nimibutr, Bangkok, Leo Rolly Carnando dan Bagas Maulana tampil gemilang dengan mengalahkan pasangan Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin. Kemenangan ini berhasil diraih di ajang Thailand Masters 2026, menandakan sebuah momentum penting dalam karier olahraga mereka.
Laga dimulai dengan tensi yang cukup tinggi, di mana kedua pasangan saling bergantian meraih poin, menghasilkan skor 4-4 di awal gim pertama. Keberhasilan Leo dan Bagas dalam menciptakan ritme permainan akhirnya membawa mereka unggul dan mendominasi pertandingan.
Taktik yang diterapkan Leo dan Bagas, yaitu pertahanan yang solid dan penempatan kok yang cermat, membuat lawan mereka kesulitan untuk beradaptasi. Ini menjadi faktor kunci dalam memperoleh keunggulan di papan skor.
Kemampuan Leo dan Bagas Mendominasi Pertandingan
Leo dan Bagas menunjukkan kualitas permainan yang sangat baik sejak awal. Ketika mereka berhasil memimpin 11-6 pada interval gim pertama, kontrol permainan mereka semakin kuat, dan tekanan terhadap Raymond serta Joaquin tetap terjaga. Hal ini berujung pada hasil positif, yaitu skor 21-10 pada akhir gim pertama.
Dalam gim pertama, lawan mereka, Raymond dan Joaquin, tampak sering melakukan kesalahan, yang memberikan keuntungan tambahan bagi Leo dan Bagas. Frekuensi kesalahan ini memberikan poin gratis yang sangat berharga bagi mereka.
Setelah menang di gim pertama, Leo dan Bagas semakin percaya diri. Mereka tidak hanya mengandalkan smes keras tetapi juga pintar dalam menentukan posisi kok, memaksa lawan untuk membuat keputusan yang terburu-buru.
Strategi Pertahanan Kuat dari Leo dan Bagas
Pertandingan memasuki gim kedua dengan Raymond dan Joaquin mencoba strategi yang lebih agresif. Mereka berusaha meningkatkan intensitas permainan, terutama dalam sisi pertahanan, yang terlihat lebih terorganisir. Hal ini awalnya memberi mereka keunggulan 6-2.
Namun, ketegangan di gim kedua ternyata membuat Leo dan Bagas juga melakukan beberapa kesalahan. Momen-momen krusial, seperti ketika Bagas gagal mengeksekusi smes mudah, memberi peluang bagi lawan. Raymond dan Joaquin sempat memimpin 10-4 sebelum interval, yang memicu mereka untuk lebih fokus.
Setelah rehat, Leo dan Bagas melakukan evaluasi dan membenahi pola permainan mereka. Jarak poin mulai dirapatkan, dan ketangguhan mental mereka terbukti saat berhasil menyamakan skor menjadi 12-12 setelah situasi yang sulit.
Laga Ketat dan Penutup Menentukan
Masuki fase akhir gim kedua, pertandingan semakin ketat. Raymond dan Joaquin seolah tak mau menyerah begitu saja, dan meraih empat poin beruntun untuk memimpin 16-13. Namun, Leo dan Bagas menunjukkan mental yang sangat kuat, tidak terpengaruh dengan tekanan.
Perlawanan mereka membuahkan hasil positif, saat berhasil mengejar ketertinggalan hingga membalikkan keadaan menjadi 18-16. Momen ini menambah kepercayaan diri mereka untuk merebut gelar juara.
Memasuki detik-detik terakhir, kegagalan Joaquin dalam mengembalikan kok menutup laga dengan kemenangan Leo dan Bagas, skor akhir 21-17 di gim kedua. Dengan demikian, mereka berhak menyandang gelar juara Thailand Masters 2026.