Kloter Pertama Haji Jatim Tiba di Tanah Air dan Sujud Syukur di Aspal

Kelompok terbang (Kloter) pertama jemaah haji asal Jawa Timur untuk tahun 1447 H/2026 baru saja tiba dengan selamat di Bandara Internasional Juanda Surabaya pada malam Senin, 1 Juni. Ketibaan mereka disambut dengan penuh suka cita, di mana para jemaah melaksanakan sujud syukur sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan mereka.

Jemaah Kloter 1 terdiri dari para tamu Allah yang berasal dari berbagai kota, seperti Kota Malang, Surabaya, dan Kabupaten Probolinggo. Mereka tiba menggunakan pesawat Saudia Airlines dengan nomor penerbangan SV 5124, yang mengangkut total 378 jemaah haji.

“Alhamdulillah, kloter 1 telah tiba dengan selamat, lancar dan aman di Bandara Juanda,” ujar General Manager Bandara Internasional Juanda, Muhammad Tohir, dalam pernyataannya. Rabu, 1 Juni, direncanakan akan ada empat kloter yang terbang dari Bandara King Abdul Aziz Jeddah dengan total 1.517 jemaah haji.

Momen Haru Saat Jemaah Haji Tiba di Tanah Air

Dalam pantauan yang dilakukan, para jemaah haji terlihat mengenakan seragam batik dan kerudung putih. Ekspresi bahagia dan haru jelas terlihat di wajah mereka saat menuruni pesawat.

Salah satu momen paling menyentuh terasa ketika seorang jemaah pria, setelah turun dari bus, bersujud di atas aspal bandara. Dengan pakaian batik biru dan kopiah, lelaki itu mencium tanah sebagai wujud syukurnya.

Setelah turun, para petugas bandara membantu jemaah menuju bus angkutan yang telah disiapkan. Mereka dengan tertib mengikuti arahan petugas menuju tempat penjemputan yang telah disediakan.

Begitu proses debarkasi selesai, jemaah langsung menuju asrama haji. Di tempat ini, mereka akan menjalani serangkaian pemeriksaan sebelum diizinkan kembali ke daerah asal masing-masing.

Dalam laporan pihak bandara, diperkirakan akan ada total 116 kloter yang dilayani selama masa debarkasi tahun ini, yang dijadwalkan berakhir pada 1 Juli 2026.

Persiapan dan Koordinasi Bandara untuk Kegiatan Haji

Pihak pengelola Bandara Internasional Juanda mengaku telah mempersiapkan segala sesuatunya untuk kelancaran operasional penerbangan haji tahun ini. Sumber Daya Manusia dan fasilitas yang ada telah disesuaikan untuk mendukung kegiatan ini.

Tohir menegaskan bahwa koordinasi intensif telah dilakukan dengan berbagai instansi terkait. Tujuannya adalah untuk memastikan setiap langkah operasional di bandara berjalan dengan aman dan lancar selama masa haji.

“Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para jemaah,” tambahnya. Setiap aspek layanan telah diteliti dan diuji untuk memastikan kenyamanan para jemaah haji.

Fasilitas dan peralatan pendukung juga telah disiapkan dengan baik. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya masalah yang dapat mengganggu proses kedatangan jemaah.

Pengalaman Jemaah Haji di Tahun Ini dan Harapan Ke Depan

Seorang jemaah bernama Laili yang berasal dari Leces, Probolinggo, merasa sangat bersyukur setelah kembali ke Tanah Air. Dia mengungkapkan rasa puasnya terhadap pelayanan haji tahun ini.

Laili menuturkan bahwa pengalaman haji tahun ini sangat luar biasa. Dia berharap kualitas pelayanan yang baik ini dapat dipertahankan untuk tahun-tahun yang akan datang.

“Kami sangat puas dengan semua pelayanan, dari makanan hingga fasilitas lainnya. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu,” lanjutnya dengan nada syukur.

Pengalaman seperti Laili diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi para jemaah yang akan berangkat di tahun-tahun berikutnya. Harapan mereka adalah agar pelayanan terus ditingkatkan sehingga pengalaman berhaji menjadi lebih baik.

Secara keseluruhan, momen kedatangan jemaah haji tahun ini meninggalkan kesan mendalam baik untuk jemaah maupun petugas. Ini adalah bukti nyata akan pentingnya kerjasama dan persiapan yang baik dalam menyelenggarakan ibadah haji.

Related posts