Baliho ucapan selamat ulang tahun ke-65 Joko Widodo dari Pemerintah Kota Solo telah menjadi sorotan publik baru-baru ini. Kehadiran baliho tersebut tidak hanya menuai pujian, tetapi juga menimbulkan kekecewaan dari sejumlah anggota Partai Gerindra.
Ketua DPC Gerindra Solo, Ardianto, menerangkan bahwa ia mendapatkan informasi mengenai baliho tersebut dari sumber terpercaya. Menurutnya, ucapan selamat itu tersebar di sekitar tujuh titik di kota yang menggunakan media milik Pemkot Surakarta.
“Saya mendapati laporan yang menyebutkan ada ucapan dari Jokowi di beberapa lokasi. Sayangnya, semua baliho tersebut menggunakan fasilitas Pemkot,” ungkap Ardianto saat ditemui di Gedung DPRD Solo.
Pandangan Partai Gerindra terhadap Baliho Ucapan Ulang Tahun
Partai Gerindra merasa kecewa, karena mereka merasa tidak mendapatkan perlakuan yang sama seperti Jokowi. Ardianto menyatakan, ketidakadilan ini menarik perhatian para kader dan simpatisan Gerindra di Solo.
“Mengapa tidak ada ucapan kepada Pak Prabowo? Ini menjadi pertanyaan besar bagi kami,” tambahnya. Ardianto merasa bingung karena Wali Kota Solo, Respati Ardi, adalah anggota dari Partai Gerindra juga.
Ia menilai, tindakan pemasangan baliho untuk Jokowi harus dipertanyakan, kendati belum ingin berspekulasi mengenai motif politik di baliknya. Ardianto berencana untuk menggali keterangan lebih lanjut mengenai penggunaan anggaran daerah dalam pengadaan baliho tersebut.
Respon Wali Kota Solo terhadap Kritik dari Partai Gerindra
Respati Ardi, selaku Wali Kota Solo, memberikan penjelasan mengenai pemasangan baliho tersebut. Menurutnya, ucapan itu merupakan bentuk apresiasi terhadap Jokowi yang sebelumnya menjabat sebagai Wali Kota Solo.
“Kami ingin mengenang kembali jasa besar yang telah beliau berikan. Di era kepemimpinan beliau, Solo mengalami banyak perubahan positif,” kata Respati dalam tanggapannya.
Respati pun menganggap hal ini sebagai ungkapan syukur kepada seorang mantan wali kota yang kini menjadi presiden. Ketika ditanya tentang kritik dari Gerindra, ia menganggap tidak ada yang perlu diperdebatkan, karena tahun ini adalah ulang tahun Jokowi.
Apresiasi yang Mengundang Berbagai Pendapat
Pemasangan baliho tersebut sebenarnya mencerminkan perbedaan pandangan dalam politik daerah. Ada yang melihatnya sebagai tindakan positif, sementara yang lain menilai tidak ada keadilan di sini, terutama di lingkungan partai.
Sebagian masyarakat juga memiliki tanggapan beragam terhadap baliho tersebut. Beberapa mendukung pemasangan ini sebagai bentuk penghargaan, sementara yang lain berpandangan bahwa harus ada kesetaraan dalam penghargaan yang diberikan kepada tokoh politik lainnya.
Di satu sisi, publik mengapresiasi inisiatif pemerintah daerah dalam mengenang jasa mantan pemimpin, di sisi lain, ada yang merasa tindakan ini bisa memicu perpecahan di dalam partai.