Soal Registrasi Nomor HP Biometrik Wajah, Operator Seluler Tak Simpan Data Pengguna

Pemerintah Indonesia baru-baru ini meluncurkan layanan Semantik, sebuah inisiatif penting yang bertujuan memperkuat ekosistem identitas digital. Layanan ini dirancang untuk memberikan keamanan dan kepercayaan lebih kepada pengguna dalam berinteraksi di dunia digital. Dengan adanya layanan ini, diharapkan masyarakat mendapatkan perlindungan lebih dalam penggunaan identitas digital mereka. Terutama dalam konteks pencegahan penyalahgunaan data yang semakin marak saat ini. Tujuan dan Manfaat dari Layanan Semantik bagi Masyarakat Layanan Semantik memiliki beberapa tujuan utama yang tidak hanya berfokus pada peningkatan keamanan, tetapi juga pada kemudahan akses bagi masyarakat. Salah satu manfaat yang paling…

Read More

Verifikasi Nomor HP Berbasis Biometrik Wajah oleh Pemerintah Menarik Perhatian Publik

Pemerintah Indonesia baru-baru ini mengumumkan langkah strategis dalam dunia digital dengan memperkenalkan layanan Semantik. Inisiatif ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem digital yang lebih aman, tepercaya, dan terverifikasi, yang sangat diperlukan dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan di dunia maya. Layanan Semantik didesain untuk menjawab kekhawatiran masyarakat terkait penipuan digital yang semakin merajalela. Dengan fokus pada registrasi kartu SIM yang ketat, layanan ini bertujuan untuk meningkatkan integritas dan keamanan identitas digital pengguna. Salah satu langkah penting adalah penerapan verifikasi biometrik wajah, yang akan menjadi syarat utama untuk setiap registrasi kartu SIM baru.…

Read More

Penipuan Digital Sebesar Rp 9,1 Triliun, Pemerintah Terapkan Verifikasi SIM Biometrik

Pemerintah Indonesia baru-baru ini mengungkapkan bahwa kerugian akibat penipuan dan kejahatan digital telah mencapai angka yang mencengangkan, yakni Rp 9,1 triliun. Angka ini didapatkan sejak November 2024 hingga saat ini, menunjukkan bahwa ancaman digital sangat serius dan meresahkan masyarakat. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengonfirmasi bahwa kerugian yang dialami oleh ekosistem pembayaran digital Indonesia sekitar Rp 4,6 triliun hingga Agustus 2025. Data ini menunjukkan bahwa hampir 22 persen dari 50 juta pengguna internet di Indonesia pernah menjadi korban kejahatan digital baik secara langsung maupun tidak langsung. Dengan data yang…

Read More