8 Tanaman Eksotis untuk Taman Tropis Idaman di Rumah

Menanam varietas tanaman tropis dapat menjadi pilihan yang menarik untuk menghiasi area luar rumah. Munculnya tren ini mengajak pemilik rumah untuk menjelajahi berbagai opsi tanaman yang tidak hanya cantik tetapi juga memberikan kesan mewah. Selain menghadirkan keindahan, tanaman tropis juga berfungsi untuk meningkatkan kualitas udara dan memberikan kenyamanan. Dengan pilihan yang beragam, setiap orang bisa menemukan tanaman yang sesuai dengan selera dan kebutuhan mereka. Tanaman hias seperti kembang sepatu dan burung cendrawasih semakin populer belakangan ini. Mereka tidak hanya mempercantik halaman, tetapi juga mampu menambah nilai estetika secara keseluruhan. Selain…

Read More

Taman Gapura Muka Cakung Jaktim Tidak Buka 24 Jam untuk Menjamin Keamanan

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta baru saja menetapkan regulasi terkait pengoperasian Taman Gapura Muka Cakung yang berlokasi di Jakarta Timur. Taman ini tidak akan beroperasi selama 24 jam demi menciptakan keamanan dan pengawasan yang lebih baik. Gubernur DKI, Pramono Anung, menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil untuk memastikan bahwa taman tetap terkelola dengan baik. “Kami tidak ingin taman ini berada di bawah pengawasan yang kurang,” jelas Pramono saat melakukan inspeksi langsung. Lebih lanjut ia mengatakan, taman-taman lain yang memiliki fasilitas komplit, seperti Lapangan Banteng, menjadi contoh yang baik. Ia berharap taman-taman baru…

Read More

228 Keluarga Direlokasi dari Kawasan Taman Nasional Tesso Nilo di Riau

Kementerian Kehutanan memulai langkah penting dalam upaya menjaga keberlangsungan ekosistem Taman Nasional Tesso Nilo di Riau. Proses relokasi warga yang tinggal di kawasan tersebut dirancang untuk menata kembali wilayah hutan konservasi sekaligus memberikan kepastian hukum bagi masyarakat. Dengan relokasi 228 kepala keluarga ke kawasan perhutanan sosial seluas 635,83 hektare, upaya ini menyasar Desa Bagan Limau, Kabupaten Pelalawan. Langkah awal ini merupakan bagian dari rencana penataan yang lebih besar, meliputi area seluas 2.569 hektare. Mengapa Relokasi Penting untuk Pelestarian Hutan? Relokasi warga dari kawasan konservasi bukanlah keputusan yang diambil tanpa perhitungan.…

Read More

Orang Utan Artemis dan Gieke Kembali ke Hutan Taman Nasional Betung Kerihun Setelah Bersekolah

Keberhasilan dalam melestarikan satwa liar sering kali menjadi kebanggaan dan harapan tersendiri bagi para pencinta lingkungan. Salah satu contoh yang menyoroti upaya ini adalah pelepasliaran sepasang orangutan betina, Artemis dan Gieke, ke habitat aslinya di Kalimantan Barat, setelah bertahun-tahun berada dalam pendidikan di Sekolah Hutan Jerora YPOS Sintang. Pelepasliaran ini tidak hanya menjadi momen bersejarah bagi kedua satwa tersebut, tetapi juga menunjukkan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam perlindungan dan pelestarian flora dan fauna. Dengan keberhasilan ini, diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi upaya konservasi lainnya di seluruh dunia. Proses Pemulihan dan…

Read More

Jaringan Pemburu Liar Bersenjata di Taman Nasional Gunung Merbabu yang Bunuh Kijang dan Rusa

Keberlanjutan ekosistem di kawasan konservasi adalah tanggung jawab bersama yang harus diemban oleh semua pihak. Upaya perlindungan terhadap flora dan fauna menjadi semakin penting, terutama di tengah banyaknya ancaman perburuan liar. Dalam konteks ini, tindakan tegas diperlukan untuk memastikan integritas kawasan konservasi tetap terjaga. Hal ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga melibatkan masyarakat lokal dan organisasi lingkungan hidup. Tindakan hukum yang tegas terhadap pelanggar hukum di kawasan konservasi menunjukkan komitmen untuk melindungi kekayaan alam. Seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, diharapkan perburuan liar dapat diminimalisir. Langkah-Langkah Strategis untuk Melindungi Kawasan…

Read More

Penyebab Kematian Gajah di Taman Nasional Tesso Nilo Terungkap

“Semoga kepergian Tari menjadi pengingat pentingnya upaya bersama dalam menjaga dan melindungi satwa liar, khususnya gajah sumatra yang saat ini keberadaannya kian terancam. Mari terus bersama menjaga kelestarian hutan dan satwa di dalamnya,” tandasnya. Sebelumnya, gajah Tari ditemukan mati pada Rabu, 10 September 2025, sekitar pukul 8 pagi. Merujuk siaran pers di akun Instagram Balai TNTN, gajah berjenis kelamin betina itu lahir pada 31 Agustus 2023, dan saat ini berumur 2 tahun 10 hari. “Gajah Tari merupakan hasil perkawinan dari gajah Lisa dengan gajah liar. Kronologi kejadian berawal pada Selasa, 9 September…

Read More