Muhammad Amar Akbar, yang dikenal sebagai Ammar Zoni, terlihat emosional saat dihadapkan pada kasus penjualan narkotika di Rutan Salemba. Dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Ammar tak dapat menahan tangisnya dan mengakui kesalahannya. Ammar mengungkapkan keinginannya untuk segera pulang, sesuatu yang sangat diharapkannya di tengah situasi yang sulit ini. Hal ini menjadi sorotan, mengingat posisinya sebagai seorang publik figur yang saat ini terjerat dalam masalah hukum yang serius. Pada persidangan yang berlangsung, Ammar bersama lima terdakwa lainnya dibahas tentang keterlibatan mereka dalam jaringan narkotika di dalam rutan.…
Read More