Dampak BTS, Ekonomi Korea Selatan Diprediksi Tumbuh Pesat di 2040

Dampak ekonomi dari grup K-pop Bangtan Sonyeondan (BTS) dan fandom global mereka, ARMY, diperkirakan akan semakin signifikan dalam beberapa dekade mendatang. Penelitian menunjukkan bahwa belanja penggemar berpotensi mendorong pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Korea Selatan hingga 0,35 poin pada 2040.

Analisis yang dihasilkan oleh perusahaan sekuritas di Korea Selatan menyebut bahwa fenomena budaya fandom bukanlah hal yang sementara. Ini adalah kekuatan ekonomi yang memiliki potensi untuk bertahan dalam jangka panjang.

Berdasarkan laporan tersebut, fenomena serupa juga telah terlihat pada fandom besar sebelumnya seperti The Beatles untuk Generasi X, serta Beyoncé dan Taylor Swift untuk generasi milenial dan Gen Z. Dapat dikatakan bahwa pengaruh budaya populer membawa dampak besar terhadap perekonomian.

Dampak Ekonomi Fandom K-Pop Terhadap Pertumbuhan PDB

Peningkatan belanja dari para penggemar biasanya terjadi ketika mereka memasuki usia 30-an hingga 40-an, saat pendapatan mereka mulai meningkat. Peneliti menjelaskan bahwa pola konsumsi di kalangan fandom dapat berkembang dalam tiga tahap yang jelas.

Pada tahap pertama, penggemar akan mengeluarkan uang untuk streaming musik, membeli album, dan merchandise. Setelah itu, konsumerisme mereka melebar ke produk-produk asal Korea seperti kosmetik, fashion, dan makanan khas.

Namun, pada tahap akhir, muncul permintaan untuk wisata yang lebih bertahan lama. Penggemar mulai berkunjung ke Korea Selatan secara langsung dan belanja untuk kebutuhan akomodasi, kuliner, serta transportasi.

Estimasi Wisatawan dan Pengaruhnya Terhadap Ekonomi

Dalam laporan yang sama, diperkirakan sekitar 800 ribu penggemar BTS berkunjung ke Korea Selatan pada 2018. Angka ini tercatat setara dengan 5% dari total ARMY global yang saat itu mencapai 20 juta orang.

Dari data tersebut, dapat disimpulkan bahwa jika asumsi yang sama diterapkan pada sekitar 86,5 juta penggemar BTS di negara-negara berkembang, maka Korea Selatan dapat menambah 4,3 juta wisatawan setiap tahunnya. Angka ini membuka peluang pemasukan ekonomi yang sangat besar.

Empat dari lima anggota ARMY saat ini masih di usia remaja dan 20-an, yang berarti daya beli mereka masih terbatas. Namun, saat mereka memasuki usia produktif, konsumerisme mereka berpotensi meningkat sesuai dengan penghasilan yang tersedia.

Peluang Besar dari Sektor Pariwisata

Dengan laju pertumbuhan penggemar yang cepat, pemasukan dari sektor wisata yang terkait dengan fandom BTS dapat mencapai antara $3,3 miliar hingga $13,4 miliar per tahun. Jumlah ini diperkirakan dapat menambah 0,1 hingga 0,35 poin pada PDB tahunan Korea Selatan menjelang tahun 2040.

Laporan tersebut juga mencatat fenomena sejarah ketika generasi Korea dibesarkan dalam pengaruh budaya Jepang. Generasi yang akrab dengan karya-karya Jepang sejak kecil kini menjadi segmen dengan daya beli tinggi dan sering melakukan perjalanan ke Jepang.

Data menunjukkan bahwa jumlah wisatawan dari Korea Selatan ke Jepang mencapai 9,46 juta orang tahun lalu. Hal ini menunjukan bahwa preferensi budaya yang terbentuk sejak remaja dapat berujung pada aktivitas konsumsi yang signifikan di kemudian hari.

Setidaknya, pengeluaran yang didorong oleh fandom K-pop akan menjadi “kekuatan struktural” baru dalam perekonomian Korea Selatan, terutama di saat dilanda perlambatan pertumbuhan dan populasi yang menua. Hal ini menunjukkan bahwa hiburan dan budaya pop tidak hanya berdampak pada social engagement, tetapi juga pada kestabilan dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Related posts