Jakarta – Praktisi feng shui dan pembaca Bazi, Gaby Adriany Ongso memberikan pandangan mengenai periode antara Juni hingga September 2026, yang diperkirakan akan menjadi fase krusial dan menantang bagi masyarakat. Menurutnya, kondisi ini terkait erat dengan energi yang dihasilkan oleh Tahun Kuda Api 2026 dalam astrologi Tionghoa, sebuah fenomena yang terjadi hanya setiap 60 tahun sekali.
Gaby menjelaskan bahwa tahun ini membawa energi api yang sangat kuat, yang identik dengan pergerakan, perubahan, dan transformasi besar. Energi tersebut, menurut Gaby, berpotensi mempengaruhi kestabilan ekonomi dan sosial di tingkat global.
“Ketika elemen api yang dominan muncul dalam energi tahunan, biasanya banyak pergerakan dan perubahan besar yang terjadi,” imbuhnya dalam keterangan kepada para pewarta. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat harus bersiap menghadapi berbagai kemungkinan yang dapat muncul akibat dari fluktuasi energi tersebut.
Memasuki bulan Juni 2026, astrologi Tionghoa menandai periode Bulan Kuda Kayu. Dalam siklus lima elemen, kayu mampu melahirkan api, sehingga mengindikasikan bahwa energi api akan semakin meningkat pada waktu itu.
Gaby juga mengingatkan bahwa situasi ini dapat memunculkan keresahan sosial serta masalah kesehatan yang lebih luas. Ia mengaitkan potensi masalah ini dengan ketidakpastian yang dihadapi ekonomi global, yang tak lepas dari konflik geopolitik yang melanda beberapa wilayah di dunia.
“Tentu saja, semua ini bukan tanpa alasan. Perang yang berlangsung menyebabkan kondisi ekonomi global menjadi tidak menentu, yang secara langsung berdampak pada masyarakat di berbagai negara,” tambahnya.
Sebelum mengambil tindakan, Gaby mengingatkan agar masyarakat tetap tenang dan tidak terburu-buru dalam membuat keputusan, terutama terkait dengan keuangan dan investasi. Mengambil langkah yang hati-hati sangat dianjurkan di tengah ketidakpastian yang melanda.
Di bulan Juli 2026, tantangan ekonomi diperkirakan akan terus berlanjut. Gaby memperingatkan bahwa kondisi stagnan bisa menimbulkan rasa kekecewaan masyarakat terhadap janji yang disampaikan oleh para pemimpin baik di sektor pemerintahan maupun swasta.
Pentingnya Kestabilan Emosional di Tengah Perubahan
Memasuki bulan Agustus, astrologi Tionghoa menunjukkan perubahan menuju musim gugur yang dilambangkan dengan elemen logam. Dalam feng shui, logam sering kali berkaitan dengan sektor keuangan dan ekonomi.
Pada fase ini, Gaby menilai persoalan ekonomi tetap menjadi tantangan utama yang perlu diperhatikan. Masyarakat kemungkinan akan merasakan kelelahan terhadap kondisi yang berlangsung akibat stagnasi yang berkepanjangan.
“Rakyat akan merasa lelah dalam mendukung citra pemerintahan, dan ini bisa saja memicu berbagai bentuk pergerakan atau aspirasi publik,” ungkapnya.
Menghadapi bulan September, Gaby menunjukkan keprihatinan akan ketiadaan elemen tanah yang secara simbolis melambangkan stabilitas keuangan. Hal ini, menurutnya, berpotensi meningkatkan emosi dan kemarahan di masyarakat.
Walaupun demikian, Gaby tetap optimis bahwa situasi ini dapat dicegah dengan menjaga ketenangan dan menghindari tindakan impulsif. Dalam konteks ini, kemampuan untuk tetap fokus dan tenang menjadi kunci bagi masyarakat.
Memahami Energi Tahun Kuda Api dalam Perspektif Sosial dan Ekonomi
Gaby juga menekankan pentingnya pemahaman yang lebih mendalam terhadap energi Tahun Kuda Api. Ia percaya bahwa jika energi ini dikelola dengan bijak, banyak potensi baik yang bisa muncul.
Pada saat-saat kritis seperti ini, komunikasi yang baik dan kolaborasi antara pemimpin dan rakyat menjadi sangat penting. Sinergi ini akan membantu menciptakan stabilitas di tengah gejolak yang terjadi.
Komitmen untuk berkontribusi positif di lingkungan bisa menjadi salah satu bentuk respons masyarakat dalam menghadapi tantangan. Hal ini akan membantu membangun kembali kepercayaan yang telah surut selama periode ketidakpastian ini.
Kondisi ini tentunya dapat merubah dinamika sosial yang ada. Jika dikelola dengan baik, transformasi sosial yang terjadi bisa membawa dampak positif untuk jangka panjang.
Gaby juga mendorong individu untuk menggali potensi diri masing-masing di tengah perubahan ini. Kompetensi pribadi dan keterampilan yang relevan akan menjadi aset berharga, tidak hanya bagi individu tetapi juga bagi masyarakat secara keseluruhan.
Menjaga Kesehatan Mental dalam Situasi yang Tidak Pasti
Dengan tantangan yang ada, penting bagi setiap individu untuk menjaga kesehatan mental dan emosional mereka. Gaby mengingatkan bahwa pergerakan yang berlebihan atau keputusan yang tidak dipikirkan dengan matang dapat memperburuk keadaan.
Melalui pendekatan yang lebih mindful, individu dapat menjalani masa-masa sulit ini dengan lebih baik. Menghindari stres berlebihan menjadi hal yang sebaiknya diperhatikan oleh setiap orang.
Selain itu, interaksi sosial yang positif juga dapat membantu dalam menciptakan lingkungan yang lebih suportif. Sebuah komunitas yang saling mendukung dapat menjadi penyangga yang kokoh di tengah ketidakpastian.
Gaby menekankan bahwa kunci untuk melewati periode sulit ini adalah dengan tetap bergerak ke depan, tetapi tidak secara impulsif. Kesadaran yang lebih tinggi terhadap situasi akan membantu individu membuat keputusan yang lebih baik.
Dalam menghadapi perubahan, belajar untuk bersikap tenang adalah ketrampilan yang vital. Masyarakat sebaiknya mengadaptasi gaya hidup yang lebih berkelanjutan dan berorientasi pada kesejahteraan mental.